Masalah Triple Burden Disease di Indonesia

Kamis, 05 Maret 2020

Hallo, Assalammualaikum semuanya :) kembali lagi dengan aku. Pada kesempatan kali ini aku ingin bahas tentang Triple Burden Disease di Indonesia. Pada penasarankan? kalo penasaran yuk simak bacaan dibawah ini, silahkan menikmati dan memahami :)




Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-54, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila Moeloek meminta masyarakat waspada terhadap segala jenis penyakit.

''lndonesia sekarang sedang menghadapi transisi epidemiologi. Terkait dengan penyakit, kita menghadapi tiga beban penyakit (triple burden of diseases),'' ucap Menkes Nila.

Tiga beban penyakit itu adalah pertama, telah bergesernya penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya. Kedua, muncul ancaman penyakit infeksi baru, seperti flu burung, ebola, dan TBC Resisten Obat. Ketiga, masyarakat masih dihadapkan pada masalah penyakit menular yang belum selesai, seperti Demam Berdarah, TBC, Malaria, HIV/AIDS, Filariasis, dan Kecacingan.



“Kita bia menyebutkan, bahwa triple burden ini disebabkan oleh lingkungan dan gaya hidup manusia.” Kata Robert, usai diskusi ‘Urban Farming’ di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, indikasi triple burden muncul sekitar 10 tahun yang lalu dan masih terus menjadi masalah besar.

“Contohnya, penyakit tidak menular. Sekarang ini didominasi oleh empat jenis penyakit, yaitu kanker dan kelainan darah, jantung dan pembuluh darah, diabetes dan obesitas serta penyakit paru kronik yang bukan disebabkan oleh TB,” urai, Robert.




Mengutip data Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, Menkes mengatakan, kematian yang diakibatkan PTM, yaitu stroke menduduki peringkat pertama. Padahal 30 tahun lalu, penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), tuberkulosis dan diare merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan. Pergeseran pola penyakit ini, ditengarai disebabkan perubahan gaya hidup masyarakat. “Ini menjadi ancaman bagi bangsa kita," kata Menkes.

Menurut Menkes, triple burden menjadi ancaman bagi bangsa karena penduduk usia produktif dengan jumlah besar seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan. Sayangnya kontribusi itu terancam akibat terganggunya kesehatan oleh PTM dan perilaku hidup tidak sehat.


Ancaman lainnya, kata Menkes, beban biaya yang harus ditanggung negara melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan makin membengkak akibat PTM yang seharusnya bisa dicegah dengan perilaku sehat. Sebagian besar dana JKN habis terserap untuk membiayai penyakit katastropik, seperti jantung koroner, gagal ginjal kronik, kanker, dan stroke.




Nah sekian yang dapat aku sampaikan. Maaf jika tulisannya tidak rapi, semoga ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi para pembaca semua, Terimakasi :).

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS