Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-54, Menteri
Kesehatan (Menkes) RI Nila Moeloek meminta masyarakat waspada terhadap segala
jenis penyakit.
''lndonesia sekarang sedang menghadapi transisi
epidemiologi. Terkait dengan penyakit, kita menghadapi tiga beban penyakit
(triple burden of diseases),'' ucap Menkes Nila.
Tiga beban penyakit itu adalah pertama, telah bergesernya
penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung,
gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya. Kedua, muncul ancaman penyakit
infeksi baru, seperti flu burung, ebola, dan TBC Resisten Obat. Ketiga,
masyarakat masih dihadapkan pada masalah penyakit menular yang belum selesai,
seperti Demam Berdarah, TBC, Malaria, HIV/AIDS, Filariasis, dan Kecacingan.
“Kita
bia menyebutkan, bahwa triple burden
ini disebabkan oleh lingkungan dan gaya hidup manusia.” Kata Robert, usai
diskusi ‘Urban Farming’ di Jakarta, Kamis (11/4/2019).
Menurutnya,
indikasi triple burden muncul sekitar
10 tahun yang lalu dan masih terus menjadi masalah besar.
“Contohnya,
penyakit tidak menular. Sekarang ini didominasi oleh empat jenis penyakit, yaitu
kanker dan kelainan darah, jantung dan pembuluh darah, diabetes dan obesitas
serta penyakit paru kronik yang bukan disebabkan oleh TB,” urai, Robert.
Mengutip data Global Burden
of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, Menkes mengatakan, kematian yang
diakibatkan PTM, yaitu stroke menduduki peringkat pertama. Padahal 30 tahun
lalu, penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan atas (ISPA),
tuberkulosis dan diare merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan.
Pergeseran pola penyakit ini, ditengarai disebabkan perubahan gaya hidup
masyarakat. “Ini menjadi ancaman bagi bangsa kita," kata Menkes.
Menurut Menkes, triple
burden menjadi ancaman bagi bangsa karena penduduk usia produktif dengan jumlah
besar seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan. Sayangnya kontribusi
itu terancam akibat terganggunya kesehatan oleh PTM dan perilaku hidup tidak
sehat.
Ancaman lainnya, kata
Menkes, beban biaya yang harus ditanggung negara melalui program Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS) Kesehatan makin membengkak akibat PTM yang seharusnya bisa dicegah
dengan perilaku sehat. Sebagian besar dana JKN habis terserap untuk membiayai
penyakit katastropik, seperti jantung koroner, gagal ginjal kronik, kanker, dan
stroke.
Nah sekian yang dapat aku sampaikan. Maaf jika tulisannya tidak rapi, semoga ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi para pembaca semua, Terimakasi :).
Sumber :




Tidak ada komentar:
Posting Komentar